MATERI PERKULIAHAN BAGIAN II
(Dilaksanakan setelah mid semester)

  • Pengenalan sistem operasi Linux dan Free & Open Source Software (FOSS)
  • Berbagai software aplikasi di Linux dan Windows untuk pengajaran dan penelitian kimia, klik DI SINI
  • Praktek instalasi linux (Ubuntu/Blankon)
  • Praktek instalasi software aplikasi kimia di Ubuntu/Blankon
  • Praktek menggunakan aplikasi kimia di Ubuntu/Blankon
  • Praktek instalasi software aplikasi elearning (moodle/Joomla/Edmodo/Wordpress/WebMO atau lainnya)
  • Praktek membuat blog pendidikan menggunakan Wordpress, klik DI SINI
  • Tutorial Membuat Blog Wordpress-1: Download DI SINI
  • Tutorial Membuat Blog Wordpress-2: Download DI SINI
  • Web Programming: HTML dan JavaScript: Download materi
  • Praktek pemrograman aplikasi Android menggunakan Eclipse. Klik link materi DI SINI

Selasa, 06 November 2012

Perbedaan Distro Turunan, Remaster dan LFS (Linux From Scratch)



Metode ini biasanya digunakan bagi pengembang untuk membuat distro tanpa bisa untuk dikembangkan lagi dalam hal ini distro dipakai untuk diri sendiri atau tujuan khusus misalnya untuk firewalk atau router. Linux From Scratch merupakan cara pem- buatan distro secara mandiri, dimana semua aplikasi dikompilasi dari kode sumber murni (pristine code). Kelemahan dari metode ini adalah distro yang dihasilkan tidak biasa dibuat satu ISO yang installable dan portabilitas yang kurang, dan sulit untuk didistribusikan kembali, kalaupun dapat dikembangkan hal tersebut memerlukan usaha yang besar serta memerlukan tim yang handal.
Berikut proses pembuatannya secara singkat:
  1. Kumpulkan semua paket yang dibutuhkan, mulai dari kernel, file sistem hingga paket yang ingin diikutsertakan;
  2. Buat folder yang statik, sebagai tempat pembuatan LFS, kemudian lakukan kompilasi terhadap paket sistem LFS dengan bantuan dari paket sistem yang lama;
  3. Setelah proses kompilasi dan instalasi selesai maka dibuat agar LFS dapat melakukan booting, gunakan vitual environment, LFS membangun sistemnya yang akan membantu proses kustomisasi dan kecepatan loading distro karena telah disesuaikan dengan platform dimana distro akan ditempatkan. Proses ini berjalan dengan memindahkan semua library yang terdapat dalam satu file diposisikan pada setiap file dengan fungsinya masing-masing. Sehingga setiap paket akan dapat berdiri sendiri tanpa tergantung dengan library yang ada, tetapi apabila dilakukan proses update maka file yang melakukan perubahan adalah keseluruhan sistem. Karena proses kompilasi sehingga paket yang ada dapat berdiri sendiri merupakan bagian dari proses pembangunan sistem LFS. Perubahan tersebut akan menambah waktu pembuatan yang pada dasarnya dapat dimanfaatkan guna mengoptimalkan paket aplikasi yang ada.

Remaster atau Membuat distro dari turunan distro besar yang sudah mapan. Biasanya distro tersebut banyak dipakai sebagai basis atau rujukan pembuatan distro. Turunan disini bukan diartikan sebagai memodifikasi distro induk yang sudah ada lalu memberinya nama baru begitu saja , namun bisa juga diartikan mengambil sebagian teknologi yang ada pada Distro induk ( bisa diartikan sifat ), seperti Ubuntu yang men- gimplementasikan manageman paket .deb apt , Mandriva yang menggunakan managemen paket .rpm RedHat, dan banyak contoh lainnya.
Perkembangan distro Linux sangat pesat berkat adanya komunitas seperti halnya bukan masalah mudah atau sulit, tetapi apa yang dapat kita berikan untuk kehidupan yang lebih baik. Begitu juga halnya pembuatan distro, bukan hanya untuk diri sendiri walau itu legal akan tetapi distro diharapkan dapat dikembangkan serta dikaji kembali sehingga lebih baik dan dapat bermanfaat bagi komunitas atau masyarakat umum. Hampir 80% distro linux yang beredar saat ini di buat menggunakan konsep ini.
Tak jarang distro yang awalnya dikembangkan dari remaster menjadi terkenal dan kepopulerannya melebihi distro yang dijadikan basis pembuatannya.
Definisi Distro Remastering.
distro remastering jika dilihat dari definisi remastering sendiri adalah proses membuat master baru untuk album, film, atau ciptaan lainnya. Cenderung untuk merujuk pada port proses rekaman dari salah satu media analog ke digital lain satu, tetapi hal ini tidak selalu terjadi [0].
jadi distro remastering adalah sebuah proses untuk membuat sebuah linux baru dari linux yang sudah ada. Hasil remastering linux adalah linux yang mirip dengan linux induk namun telah mengalami beberapa modifikasi yang membuatnya berbeda dibandingkan dengan linux induk, misal tema tampilan, perangkat lunak yang terbundel dengannya dan sebagainya. tujuannya adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan dari pengguna yang tidak tersedia dalam distro induknya [1]. Banyak sekali contoh dari distro remastering yang sudah ada baik lokal maupun buatan luar negeri.
Distro Remastering :
1. tidak mempunyai repositori
2. tidak mempunyai paket khas untuk dirinya
3. tidak mempunyai pemaket yang memelihara paket aplikasi
4. tidak membuat patch paket aplikasi
5. tidak mempunyai penelusuran bug

Contoh: Kimux (aplikasi kimia dalam linux), AstroBlankOn (Aplikasi astronomi dalam linux blankon), tidak ada contoh yang spesifik, karena setiap pengguna bisa membuat sebuah remastering sendiri.
Definisi Distro Derivatif (Turunan)
sebuah proses untuk membuat sebuah linux baru dari linux yang sudah ada sebagai dasar atau pondasi sistemnya, hampir sama dengan definisi distro remastering cuma dalam distro turunan ada beberapa paket aplikasi khas yang benar-benar dipelihara oleh pengembang distro turunan tersebut. tujuannya pun hampir sama dengan distro remastering, sebagai pengembangan dan penyesuain dengan kebutuhan pengguna.
Sebuah proses untuk membuat sebuah linux baru dari linux yang sudah ada sebagai dasar atau pondasi sistemnya, hampir sama dengan definisi distro remastering cuma dalam distro turunan ada beberapa paket aplikasi khas yang dipelihara oleh developer distro turunan tersebut. tujuannya pun hampir sama dengan distro remastering, sebagai pengembangan dan penyesuain dengan kebutuhan pengguna.

Distro Turunan :

  1. mempunyai repositori sendiri tidak dari distro induknya
  2. mempunyai paket khas yang tidak dimiliki oleh induknya, contoh blankon-contextual-desktop, daluang,dll (mungkin selanjutnya saya akan membahas apa/fungsi paket2 khas yang ada dalam blankon)
  3. mempunyai pemaket yang memelihara paket aplikasi
  4. mempunyai rebranding paket dari induknya
  5. mempunyai penulusuran bug
Contoh: BlankOn Linux, dll.


Download Gambar Linux Timeline


Sumber referensi :
[0] http://en.wikipedia.org/wiki/Remastered#Remastering
[1] http://inoex135.wordpress.com/2008/12/21/apa-dan-kenapa-remastering/

Jumat, 18 Mei 2012

Merubah lsb-release, issue, issue.net di Jangkar



Kemarin pada waktu mendapatkan tutorial gimana mengubah ls-release, issue, issue.net kemudian software-centernya tidak error. kemudian saya mempraktekkannya dan hasilnya emang benar2 ga error, akan tetapi masih ada ganjalan bahwa dalam merubah lsb-relase anda tidak boleh merubah codename. dalam semalam aku mempelajari maka kita juga dapat merubah codename yang ada di lsb-release sehingga lengkap sudah hasil remasteran kita. oke langsung aja saya tuliskan cara yang aku gunakan.

Langkah-langkah merubah lsb-release, issue, issue.net
1. Merubah lsb-release


gedit /etc/lsb-release
yang asli
DISTRIB_ID=Ubuntu
DISTRIB_RELEASE=12.04
DISTRIB_CODENAME=precise
DISTRIB_DESCRIPTION=”Ubuntu precise (development branch)”
aku rubah
DISTRIB_ID=Jangkar
DISTRIB_RELEASE=5.0
DISTRIB_CODENAME=embung
DISTRIB_DESCRIPTION=”Jangkar 5.0 Embung Edition”
2. Menyiapkan info dan mirrors
cp /usr/share/python-apt/templates/Ubuntu.info /usr/share/python-apt/templates/Jangkar.info
cp /usr/share/python-apt/templates/Ubuntu.mirrors /usr/share/python-apt/templates/Jangkar.mirrors
3. Merubah Jangkar.info
ini yang asli
Suite: precise
RepositoryType: deb
BaseURI: http://ports.ubuntu.com/ubuntu-ports/
MatchURI: ports.ubuntu.com/ubuntu-ports
BaseURI-amd64: http://archive.ubuntu.com/ubuntu
MatchURI-amd64: archive.ubuntu.com/ubuntu
BaseURI-i386: http://archive.ubuntu.com/ubuntu
MatchURI-i386: archive.ubuntu.com/ubuntu
MirrorsFile-amd64: Ubuntu.mirrors
MirrorsFile-i386: Ubuntu.mirrors
Description: Ubuntu 12.04 ‘Precise Pangolin’
Component: main
CompDescription: Officially supported
CompDescriptionLong: Canonical-supported free and open-source software
Component: universe
CompDescription: Community-maintained
CompDescriptionLong: Community-maintained free and open-source software
Component: restricted
CompDescription: Non-free drivers
CompDescriptionLong: Proprietary drivers for devices
Component: multiverse
ParentComponent: universe
CompDescription: Restricted software
CompDescriptionLong: Software restricted by copyright or legal issues
aku copy terus aku taruh diatas dan di rubah
Suite: embung
RepositoryType: deb
BaseURI: http://ports.ubuntu.com/ubuntu-ports/
MatchURI: ports.ubuntu.com/ubuntu-ports
BaseURI-amd64: http://archive.ubuntu.com/ubuntu
MatchURI-amd64: archive.ubuntu.com/ubuntu
BaseURI-i386: http://archive.ubuntu.com/ubuntu
MatchURI-i386: archive.ubuntu.com/ubuntu
MirrorsFile-amd64: Jangkar.mirrors
MirrorsFile-i386: Jangkar.mirrors
Description: Jangkar 5.0 ‘Embung Edition’
Component: main
CompDescription: Officially supported
CompDescriptionLong: Paket bebas dan utama
Component: universe
CompDescription: Community-maintained
CompDescriptionLong: Software Bebas didukung komunitas
Component: restricted
CompDescription: Non-free drivers
CompDescriptionLong: Software yang tidak bebas
Component: multiverse
ParentComponent: universe
CompDescription: Restricted software
CompDescriptionLong: Software dengan copyright
4. Merubah Ubuntu Software Center
copy file Ubuntu.py jadi Jangkar.py
cp /usr/share/software-center/softwarecenter/distro/Ubuntu.py /usr/share/software-center/softwarecenter/distro/Jangkar.py
ubah file Jangkar.py
gedit /usr/share/software-center/softwarecenter/distro/Jangkar.py
berikut hasil perubahan
class Jangkar(Debian):
# see __init__.py description
DISTROSERIES = ["embung", "precise",
"oneiric",
"natty",
]
lanjut
def get_app_name(self):
return _(“Jangkar Software Center”)
def get_app_description(self):
return _(“Lets you choose from thousands of applications available for Jangkar.”)

terus kebawah semua kata-kata Ubuntu (huruf U pakai yang besar) aku ubah menjadi Jangkar

Sumber: http://pro.xwaja.web.id/?p=6

Teknik Remastering Pengubahan lsb-release Agar Software Center dan PPA Bisa di Tambahkan


Baru saja saya selesai menginstall distro linux Asturix 4 yang merupakan turunan Ubuntu 11.10. Pas tampilan grub tertulis Asturix, wah keren nih distro jadi penasaran pengen lihat dalemannya soalnya menu grubnya berubah. Saya pengen ngerti isi lsb-release. 

isi /etc/lsb-release


DISTRIB_ID=Asturix
DISTRIB_RELEASE=4
DISTRIB_CODENAME=oneiric
DISTRIB_DESCRIPTION="Asturix 4"

Ternyata ada bagian yang tidak dirubah yaitu oneiric yang merupakan nama kode Ubuntu 11.10. Berarti apabila kita ingin merubah nama distro, code name dari Ubuntu dalam hal ini oneiric jangan dirubah supaya software source dan ppa bisa ditambahkan

Isi /etc/issue
Ubuntu 11.10 \n \l

isi /etc/issue.net
Ubuntu 11.10


Di distro Asturix ini disediakan Ubuntu software center juga, yang ternyata bisa dibuka dan menginstall software. Supaya Ubuntu software center bisa dibuka caranya:
Buka terminal
sudo su
cd /usr/share/software-center/softwarecenter/distro
cp Ubuntu.py Asturix.py
sudo gedit Asturix.py


Cari baris
class Ubuntu(Debian):


ganti dengan


class Asturix(Debian):

Mari kita buka software sourcenya, Ubuntu software center > Edit > Software Source


Ternyata bisa kebuka dan ada tab Asturix Software. Wah keren bikinnya gimana tuh?
Untuk membuat seperti itu ternyata caranya mudah:
Buka terminal
sudo su
cd /usr/share/python-apt/templates
cp Ubuntu.info Asturix.info
cp Ubuntu.mirrors Asturix.mirrors
Penambahan ppa juga berjalan lancar. Cara ini menjadi solusi bagi distro linux remasteran Ubuntu yang menghadapi permasalahan diatas .
Pada Asturix Ubuntu Software Center tidak diganti namanya menjadi Asturix Software Center, pertanyaannya kalau mau diganti gimana caranya?
Buka terminal
sudo gedit /usr/share/software-center/softwarecenter/distro/Asturix.py

Cari baris berikut

def get_app_name(self):
        return _("Ubuntu Software Center")
ganti dengan
def get_app_name(self):
        return _("Asturix Software Center")


Simpan, silahkan dibuka lagi Ubuntu software centernya



Sumber: http://www.patenpisan.com/2012/01/ubuntu-teknik-remastering-pengubahan.html?m=1

Kamis, 03 Mei 2012

RemasterSys: Ubuntu Information

How do you use it?



   At the command line, you simply run "sudo remastersys backup" to make a full system backup,  or "sudo su" to become root and then run "remastersys dist" to make a distributable copy to share with friends. 
   There is a configuration file - /etc/remastersys.conf where you can set things like the name of the livecd/dvd, the live session username, other files to exclude from the cd/dvd, etc.
   If you are a gui person, simply click on the "Remastersys Backup" icon in the System Menu and you can select which option you want to run.

  IMPORTANT NOTE: You must be connected to the internet so remastersys can download the correct Ubiquity frontend and it's dependencies.  If you do not have internet access when you start remastersys, it will fail to download the frontend for the installer and your live system will not be installable.

Some notes about using the dist option



   You should start with a clean install of Ubuntu or variant and use a single user to make all changes.  You should not install any proprietary video drivers like the nvidia or ati drivers as they will not be used on the livecd and users will have to reinstall them after installation.  Clean up history and cache and copy over the contents to /etc/skel but be sure to change the ownership of everything in /etc/skel to root.  While the livecd/dvd is being created, you should not open any other apps or windows.   Do not under any circumstances enable auto login as it will cause the live user creation portion of casper to fail and you will not get to the desktop.

Some notes about the backup option



   You can log into the livecd/dvd with any valid user that was on the system on the hard drive but it is recommended to log into the first one created during the initial installation as that is the user that can sudo.  When you come to install this back to a hard drive, the user setup portion of ubiquity (the install program) is just a placeholder other than the system name.  The username and password set here will not be used but must be created in order to continue with the installation.  Part of the reason for this is that your users are already created so you don't need to create them again,  but more importantly because user setup is an integral part of the install program and cannot be removed or bypassed easily.  If you were using proprietary video drivers like the nvidia or ati ones, you will need to reinstall them.  The Ubuntu livecd scripts prevent these from running properly but reinstalling them after installation will make them work again.

Some notes about the 3.0.0-1 and up



There are many changes in 3.0.0-1 and up which supports Ubuntu Lucid and Newer.


Starting 3.0.2-1 included is support for Ubuntu 12.04.  The gui and base packages have also been split of starting in 3.0.2-1 so you can install just the base without the gui and remastersys will not show up in the menu.  The new tools to customize the live boot splash, grub background, plymouth theme, etc are only available in the gui though so you will have to manually take care of those if you choose to only use the base cli package.

Since they are split off, you should install the base remastersys package first and tehn the gui of your choice - remastersys-gui the new official one or remastersys-gtk the alternative gui.

Most notable changes are as follows:
Brand new official GUI remastersys-gui for 3.0.2-1 created by me.
remastersys gui main screen

remastersys customize screen



Alternate GUI based on  remastersys-gtk gui created by Krasimir S. Stefanov <lokiisyourmaster@gmail.com> and some tweaks and ideas from me Tony Brijeski <tb6517@yahoo.com> but most of the credit needs to go to Krasimir for it.
remastersys gtk screen


If you have difficulty with one of the gui's please try the other.



Incorporated in the gui are tools I created to help those creating a distro to customize the live boot background, the system grub background, creating a new plymouth theme and selecting which plymouth theme will be the default as well as copying the relevant settings from your user to /etc/skel making it the default for the live system.

The new remastersys-skelcopy feature will copy the common config folders and files from your selected user to /etc/skel.  This will allow the live user as well as any other new user created on the system to have the settings you have customized.  One important note is that any of the config files that contain any pointers to your specific users home folder will be removed so if you find certain settings aren't being copied over this is the reason.  If you check those config files you'll see that they have direct pointers to the user folder.  If you customize menu items, make sure to use icons from the system folders /usr/share/icons or /usr/share/pixmaps as any icons linked inside the user folder will mean that config file will be removed. The remastersys.log will also show a lot more detail and I also added in more checks to try and help make sure the remaster is a good one but I can't account for every situation so if you have issues I will try to help you out.


Starting with 3.0.1-1 there is a firstboot system startup script that is used for backup mode to remove the install icon from the desktop and you can add whatever other custom commands you like in it.  Just edit /etc/init.d/remastersys-firstboot and put your commands inbetween the lines indicated. Thanks very much to all the folks that tested this out and provided feedback and tweaks. This is the best version of remastersys yet and I hope you all like it.


Where to go to ask questions, report bugs, request features or make recommendations?



The main support area is on the Remastersys Forum

What license is remastersys covered by?


It is released under the GNU GPL Version 2


Where can I get remastersys?


The Remastersys repository needs to be added to your /etc/apt/sources.list

Paste the following into the sources.list:

For Gutsy and Earlier - up to version 2.0.11-1
# Remastersys
deb http://www.remastersys.com/repository remastersys/

For Hardy and Newer with original grub - version 2.0.12-1 and up
# Remastersys
deb http://www.remastersys.com/repository ubuntu/

For Karmic with grub2 - version 2.0.13-1 and up
# Remastersys
deb http://www.remastersys.com/repository karmic/

For Lucid and Newer - version 3.0.0-1
# Remastersys for Lucid and newer
deb http://www.remastersys.com/repository lucid/

Then simply either reload in Synaptic or you can "sudo apt-get update" and install remastersys.

If you prefer, you can directly download the old version files from the correct folder in http://www.remastersys.com/repository


Important New information for Ubuntu Lucid and newer!


Starting with version 3.0.1-1 for Ubuntu there is a proper signed repository that can be added to your system.

The Synaptic Method:

1. In Firefox, go to :

    http://www.remastersys.com/ubuntu/remastersys.gpg.key
   
save file as text someplace where you can find it.

2.  In synaptic, go to Settings/Repositories; select "Authentication" tab and "Import Key File" just downloaded.

3.  Still in synaptic, go to "Other Software" tab and click "Add", then enter the apt line and replace oneiric with either lucid, maverick, or natty to match your Ubuntu version:

    deb http://www.remastersys.com/ubuntu oneiric main

4.  Leave the repositories tab and "Reload".

5.  Search for "remastersys" and select for install.  Edit/Apply Marked Changes.

NOTE:  There is no source repository so if you see a line starting with deb-src you need to remove it.



The Manual Method

As root - issue 'sudo su' in the terminal window prior to the following command.

Download and apply the repository gpg key.

wget -O - http://www.remastersys.com/ubuntu/remastersys.gpg.key | apt-key add -

Add the following line that corresponds to your version of Ubuntu to your /etc/apt/sources.list

#Remastersys Lucid
deb http://www.remastersys.com/ubuntu lucid main

#Remastersys Maverick
deb http://www.remastersys.com/ubuntu maverick main

#Remastersys Natty
deb http://www.remastersys.com/ubuntu natty main

#Remastersys Oneiric
deb http://www.remastersys.com/ubuntu oneiric main

#Remastersys Precise
deb http://www.remastersys.com/ubuntu precise main

Now just apt-get update or reload in Synaptic to have the new Remastersys signed repository ready to use!
 

Mengubah Menu Grub di Ubuntu

Mengubah menu grub di ubuntu 12.04 precise LTS

1) Masuk ke folder /etc/remastersys dengan ketik: cd etc/remastersys/isolinux/
2) Ubah menu di dalamnya dengan ketik: sudo gedit isolinux.cfg.vesamenu
3) Ubah gambar splash.png dengan ketik: sudo gimp splash.png

Kamis, 16 Februari 2012

Sabtu, 17 Desember 2011

Hal-hal penting terkait Remastering menggunakan Remastersys

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan terkait remastering menggunakan Remastersys:

1. Pastikan Working Directory sudah dibuka dulu (mounted) dan punya volume kosong minimal 10 GB

2. Sebelum memulai proses remastering, pastikan untuk menghapus setiap file temporary yang tidak lagi diperlukan, untuk memperkecil ukuran image ISO dan agar proses load image nantinya cepat.
Caranya adalah menjalankan perintah di bawah ini di terminal :
sudo apt-get clean [Enter]
sudo rm -rf /tmp/* [Enter]

3. Semua Data di folder Home dan folder user sebaiknya dipindah dulu ke direktory lain supaya tidak ikut di-backup ketika remastering yang mengakibatkan besarnya kapsitas file ISO hasil remastering, hal ini sangat memberatkan sistem.

4. Jika tidak ingin data di folder home dan folder user ikut di-backup maka pada waktu menjalankan remastersys sebaiknya memilih perintah DIST (pilihan kedua, di bawah backup), bukan BACKUP, pilihan pertama. Hal ini akan memperkecil ukuran file ISO hasil remastering

5. File ISO hasil remastering yang dilakukan sebelumnya sebaiknya dipindah dulu ke direktori lain supaya tidak terhapus.

Selasa, 13 Desember 2011

Menjalankan Remastersys untuk Remastering

Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas cara menjalankan Remastersys.

1. Jalankan Remastersys dari Pengaturan --> Administrasi --> Remastersys Backup sehingga muncul tampilan
2. Pilih Remove temporary files --> OK, untuk menghapus semua hasil remastering sebelumnya
3. Pilih Modify the remastersys config file to customize options --> OK, sehingga muncul gambar

4. Klik Username = ....... --> OK, isi dengan username aktif BlankOn yang sedang berjalan
5. Klik Title = ....... --> OK, isi dengan judul untuk hasil remastering
6. Klik Filename = .... --> OK, isi nama file ISO yang akan dibuat, gunakan nama anda, misal: ahmad-1.iso
7. Klik Working Directory = /home/remastersys --> OK, ubah isinya dengan alamat direktori tujuan penyimpanan hasil remastering yang minimal memiliki ruang kosong 10 GB
8. Klik Go back to main menu --> OK untuk kembali ke menu utama Remastersys
9.Klik Backup Complete System including User Data --> OK
10. Tunggu sampai proses selesai, mungkin agak lama tergantung besarnya sistem blankon yang disusun
11. Tandanya backup sukses maka akan muncul folder Remastersys dalam  direktori tujuan yang berisi file ISO sesuai nama Filename yang diberikan

Ringkasan Prosedur Persiapan Remastering Menggunakan Remastersys

  1. Buka Nautilus sebagai administrator, yaitu dengan ketik: sudo nautilus [Enter]
  2. Copy semua file yang akan dijadikan background ke /usr/share/backgrounds
  3. Anda dapat juga mengubah background dalam folder /usr/share/backgrounds/cosmos, ubah juga   setingan pada file *.xml untuk menyesuaikan nama-nama file background yang akan dipakai
  4. Copy semua file icon yang akan dijadikan themes ke /usr/share/icons  
  5. Copy semua themes ke /usr/share/themes 
  6. Untuk download themes baru, gunakan browser untuk masuk ke link ini: http://art.gnome.org/themes/metacity.
  7. Klik pada Download untuk tema yang akan didownload, misal klik Download pada MetaGrip
  8. Untuk memasang themes baru, klik kanan di Desktop --> Ubah Latar Belakang Desktop --> Tema --> Pasang --> masuk folder Unduhan tempat themes MetaGrip didownload, pilih file MCity-MetaGrip.tar.gz --> Klik Buka --> Terapkan Tema Baru
  9. Untuk menyimpan themes baru masuk ke terminal dengan klik kanan pada Desktop --> Open in Terminal
  10. Ketik di terminal: cd / [Enter] 
  11. Masuk ke folder Unduhan, ketik: cd home/blankon/Unduhan/ [Enter]
  12. Ekstrak file MCity-MetaGrip.tar.gz dulu dengan perintah: tar -xvf MCity-MetaGrip.tar.gz
  13. Lalu copy folder themes yang baru diekstrak (MetaGrip) ke /usr/share/themes. Caranya ketik di terminal perintah berikut: sudo cp -R MetaGrip/ /usr/share/themes/ [Enter]
  14. Mengcopykan settingan Desktop yang telah kita modifikasi ke folder sistem yaitu /etc/skel. Folder /etc/skel adalah tempat meletakkan file atau folder yang nantinya oleh sistem akan di copykan kesemua home folder user yang dibuat oleh sistem kecuali akun root. Terlebih dulu masuk ke folder Home --> folder user (default blankon), ketik di terminal: cd / [Enter], lalu ketik lagi: cd home/blankon/ [Enter]. Untuk perintah copy caranya ketik di terminal: sudo cp -R .config/ .gconf/ .gnome2/ .gconfd/ .wine/ /etc/skel/ [Enter]
  15. Pasang themes dengan perintah: gksu -u gdm dbus-launch gnome-appearance-properties [Enter] 
  16. Masuk kedalam direktori Plymouth, ketik: cd / [Enter], lalu ketik lagi: cd lib/plymouth/themes/pattimura/. Di dalamnya ada beberapa file teks dan gambar: BG.png, logo.png, logo_blur.png, nama_distro.png, pattimura.plymouth, pattimura.script
  17. Edit semua teks dan gambar didalamnya sesuai keinginan anda. Sebagai contoh untuk mengedit file BG.png ketik di terminal: sudo gimp BG.png [enter]
  18. Mengupdate initrd baru dengan plymouth theme yang baru, caranya ketik di terminal: sudo update-initramfs -u
  19. Memberikan identitas baru dengan mengedit file yang mengatur hal tersebut, ada tiga file yang dapat di edit yaitu:
    /etc/lsb-release, /etc/issuenet,  /etc/issue
     Caranya ketik di terminal: cd / [Enter], lalu ketik lagi: sudo gedit etc/lsb-release, lalu ubah identitas yang ada.
  20. Lakukan juga untuk mengubah /etc/issuenet dan /etc/issue
  21. Untuk melihat perubahan nama dari distribusi yang anda berikan update grub dengan ketik: sudo update-grub [Enter] 
  22. Sebelum memulai proses remaster, pastikan untuk menghapus setiap file temporary yang tidak lagi diperlukan, untuk memperkecil ukuran image dan agar proses load image nantinya cepat. Caranya adalah menjalankan perintah di bawah ini : sudo apt-get clean dan juga lakukan perintah sudo rm -rf /tmp/* di terminal

Kamis, 08 Desember 2011

Membuat Movie Desktop BlankOn Menggunakan Aplikasi RecordMyDesktop

Salah satu aplikasi untuk membuat movie dari desktop pada BlankOn adalah aplikasi RecordMyDesktop.

Langkah-langkah penggunaanya adalah:
1. Ketik di terminal: sudo apt-get install gtk-recordmydesktop
2. Setelah selesai buka RecordMyDesktop dari Aplikasi --> Suara & Video --> Desktop recorder sehingga muncul gambar berikut:


3. Jalankan objek yang akan kita rekam
4. Klik button "Pilih Jendela", sehingga muncul simbol tanda + besar, lalu klik-kan pada window aplikasi yang akan direkam
5. Klik button "Record", lalu proses akan berjalan
6. Setelah selesai klik "Stop" lalu biarkan proses pembuatan movie sampai selesai



7. Setelah muncul window RecordMyDesktop simpan movie tadi dengan klik button "Simpan Sebagai", lalu beri nama file dan klik button "Simpan".
8. Untuk konversi ke format video lain pasangkan aplikasi winff dengan cara ketik di terminal: sudo apt-get install winff
9. Jalankan movie dengan VLC atau movie player yang lain.

Rabu, 07 Desember 2011

Remastering BlankOn Pattimura 7.0 dengan Remastersys

Sumber: http://tekno.blogdetik.com/2010/10/25/meremaster-ubuntu-1010-dengan-remastersys/

Perhatian: Remastering BlankOn = remastering Ubuntu dengan Remastersys

Remaster atau Membuat distro dari turunan distro besar yang sudah mapan. Biasanya distro tersebut banyak dipakai sebagai basis atau rujukan pembuatan distro. Turunan disini bukan diartikan sebagai memodifikasi distro induk yang sudah ada lalu memberinya nama baru begitu saja , namun bisa juga diartikan mengambil sebagian teknologi yang ada pada Distro induk. Penggunaan istilah remaster pada linux sendiri mulai dipopulerkan oleh Klaus Knopper sang pencipta Distro Linux LiveCD Knoppix yang mana Knoppix sendiri merupakan hasil remaster dari Debian. Dalam bidang software remastering dapat diartikan sebagai sebuah proses pembungkusan ulang paket aplikasi pada sistem operasi dimana kita bisa menambah bahkan bisa juga mengurangi paket aplikasi yang disertakan. Bisa dikatakan bahwa remastering merupakan proses pembuatan sistem operasi baru dengan paket aplikasi yang berbeda dari sistem aslinya (default). Dengan remastering memungkinkan kita untuk menambah atau mengurangi paket aplikasi di sistem operasi yang ada dengan paket aplikasi yang baru.
Remastersys merupakan tools yang terinspirasi dari fungsi mklive script pada distro Mandriva yang dapat digunakan untuk membackup sistem ada dua hal menarik yang dapat dilakukan remastersys pada distro linux debian based.
  1. Membuat full sistem backup termasuk personal data ke live cd/dvd yang dapat di gunakan di manapun dan dapat di instal (mirip ghost pada windows)
  2. Dapat digunakan untuk membuat salinan dari sistem anda untuk di bagikan ke teman-teman. Tapi tanpa ada data dari user sebelumnya.

Contents


Tahap-tahap Meremaster BlankOn dengan remastersys


Instalasi BlankOn, seperti biasa

Pada bagian ini yang dibutuhkan adalah media instalasi dari BlankOn Media yang digunakan adalah berupa CD (Compact Disc) installasi. Berikut dibawah ini adalah langkah-langkah untuk proses installasi sistem operasi BlankOn secara singkat. untuk proses penginstallan ubuntu tidak akan dijelaskan secara detail disini karena berada diluar pembahasan.
  1. Urutan booting di BIOS (Basic Input/Output System) harus diubah dengan menjadikan CD-ROM sebagai urutan pertama.
  2. CD installasi BlankOn yang pertama dimasukkan ke CD-ROM. Setelah booting, untuk menghemat waktu pilih Install ubuntu
  3. Ikuti langkah-langkah yang di anjurkan oleh system, untuk ukuran partisi harddisk, siapkan ruang yang cukup untuk menampung data hasil proses remaster dan proses remaster
  4. Setelah proses installasi selesai maka computer akan reboot dan masuk ke system desktop.

Konfigurasi dan Persiapan paket installasi

Sebelum mengubah system dan menambahkan serta megurangi paket ada beberapa hal yang harus kita lakukan. Untuk melakukan penginstallan software penulis menggunakan repository yang didapatkan secara online, sebenarnya bisa juga menggunakan media DVD yang berisi repository ubuntu, namun penulis lebih memilih menggunduh secara online karena software nya biasanya lebih terbarui dibandingkan menggunakan media offline (dvd). Untuk memperlancar dan mempercepat proses pengunduhan penulis mengubah letak repository standar ke repository local dalam hal ini berada di indonesia. Berikut dibawah ini adalah langkah-langkah yang penulis lakukan untuk merubah repository : Melalui terminal :
  1. Menjalankan perintah : sudo gedit /etc/apt/sources.list
  2. Masukkan password root, password yang di isikan pada saat installasi pertama
  3. Menghapus seluruh baris pada file tersebut dan mengganti dengan baris-baris pada server repository lokal.
# Repository BlankOn Lokal
deb http://kambing.ui.ac.id/blankon/ pattimura main restricted extras extras-restricted
deb-src http://kambing.ui.ac.id/blankon/ pattimura main restricted extras extras-restricted
deb http://kambing.ui.ac.id/blankon/ pattimura-updates main restricted extras extras-restricted
deb-src http://kambing.ui.ac.id/blankon/ pattimura-updates main restricted extras extras-restricted
deb http://kambing.ui.ac.id/blankon/ pattimura-security main restricted extras extras-restricted
deb-src http://kambing.ui.ac.id/blankon/ pattimura-security main restricted extras extras-restricted

Melalui terminal, masukkan perintah berikut:
sudo apt-get update
melalui perintah diatas secara otomatis system akan mengecek file-file repository proses ini akan memakan waktu beberapa menit, tunggu sampai proses ini selesai, Installasi perangkat lunak pendukung utama Remastersys sebenarnya adalah utilitas yang digunakan untuk melakukan fungsi back-up sistem menjadi sebuah Live-CD/DVD. Aplikasi ini secara default tidak terdapat pada paket repository resmi ubuntu. Untuk itu sebelum menginstall nya terlebih dahulu harus menambahkan daftar repository. Melalui terminal masukan perintah sebagai berikut
sudo gedit /etc/apt/sources.list
tambahkan perintah ini pada baris paling bawah
# Remastersys
deb http://www.geekconnection.org/remastersys/repository karmic/
dilanjutkan dengan perintah 
sudo apt-get update 
sudo apt-get install remastersys

Konfigurasi sistem sesuai keinginan anda

Setelah menyelesaikan semua perubahan di desktop dengan themes dan segala atributnya, saatnya membuat perubahan itu permanen dan dapat dilihat juga pada Live CD yang nanti dijalankan maupun ketika sudah di install. Langkah yang pertama harus dilakukan adalah mengcopykan semua themes yang berada di folder user (home) ke folder sistem berbagi (/usr/share/ untuk itu anda bisa melakukan hal sebagai berikut, cara ini merupakan cara alternatif yang penulis dapatkan (cara lain mungkin bisa anda coba dengan tujuan yang sama ) :
  • Memindahkan semua file yang akan dijadikan background ke /usr/share/backgrounds
  • Memindahkan semua file icon yang akan dijadikan themes ke /usr/share/icons
  • Memindahkan semua themes ke /usr/share/themes
  • Memindahkan semua icons dan cursors ke /usr/share/icons
Mungkin bagi yang sudah mahir dapat mengunakn CLI (shell) dengan perintah cp,dkk. Tapi disini saya akan memberikan contoh menggunakan Nautilus Explorer untuk manyalin semua file tersebut.

1. Buka home folder anda dan tekan Ctrl+H
jika benar akan dijumpai sekumpulan folder yang tiba-tiba muncul dengan titik di setiap depan namanya
2. Dalam keadaan Home folder masih terbuka, tekan Alt+F2 ketikan gksu nautilus masukan password root.
  
Sebuah jendela Nautilus akan muncul dengan akses sebagai root yang dapat memodifikasi file sistem browse ke folder /usr/share/ /usr/share/backgrounds —-> copykan wallpaper yang akan dijadikan background /usr/share/icons —-> copykan icon yang digunakan pada desktop /usr/share/themes —-> copykan theme yang digunakan pada desktop untuk mudahnya copykan semua file yang ada di direkoti home .themes anda ke /usr/share/themes dan jika icons yang digunakan terinstall di home folder copykan semua isi di folder .icons ke /usr/share/icons untuk yang telah memiliki pengalaman dalam moding dapat juga merubah sound login dan atribut lainnya yang diinginkan.
Langkah terakhir yang dilakukan adalah mengcopykan settingan Desktop yang telah kita modifikasi ke folder sistem yaitu /etc/skel folder /etc/skel adalah tempat meletakkan file atau folder yang nantinya oleh sistem akan di copykan kesemua home folder user yang dibuat oleh sistem kecuali akun root.
Dengan mengnyalin folder-folder yang berisi settingan desktop yang kita moding ke folder /etc/skel, nantinya ketika sistem membuat user baru secara otomatis akan memiliki tampilan (settingan) sesuai dengan apa yang kita setting pada desktop kita. Menjalankan perintah berikut secara berurut pada terminal ada empat buah folder penting yang menyimpan settingan yang tadi kita buat yang harus di copy kan ke folder /etc/skel yaitu
.config
.gconf
.gnome
.gconfd2
Dengan menggunakan nautilus Explorer copykan empat folder tersebut ke /etc/skel
Bila sudah selesai menyalin (copy) semua file-file yang dibutuhkan, tutup jendela nautilus dengan akses root, karena akan sangat berbahaya berkerja dengan akses root. Bila tidak sengaja menghapus ataupun memodifikasi file sistem.

Tampilan welcome screen (GDM)

Bagi anda yang menggunakan ubuntu sejak lama tentu merasakan perubahan yang signifikan pada Ubuntu 9.10 dimana mulai digunakannya GDM versi baru yang memberikan batasan dalam memodifikasi themes yang ada. Namun tetap saja kita dapat merubah tampilan GDM yang baru, secara teknis sebenarnya komponen visual yang membentuk GDM berbagi dengan komponen themes Gnome GTK untuk desktop. Kecuali untuk Icon yang memiliki themes sendiri.
/usr/share/icons/ ← untuk icon
/usr/share/background/ ← untuk background
/usr/share/themes/ ← untuk thema Untuk merubah tampilan welcome screen sesuai dengan yang kita inginkan dapat dilakukan dengan mengedit file gambar yang akan dijadikan background kemudian menyimpan nya di folder /usr/share/background. Dan menginstall themes dan Icon yang diinginkan seperti pada cara menginstall themes dan icon untuk desktop.
Untuk mengganti Tampilan GDM Login lakukan seperti cara dibawah ini :
  1. Siapkan background yang ingin dijadikan latar belakang GDM login screen
  2. Siapkan Theme yang ingin dijadikan Border dari GDM Screen
  3. Siapkan Icon yang ingin dijadikan Icon GDM Login, Icon di sini berupa file SVG dengan
ukuran 64×64 gunakan inkscape untuk mengeditnya, atau dapat mencarinya di pada situs http://www.gnome-look.org .
1. Salin semua file tersebut dengan cara yang sama ke folder-folder yang telah ditentukan seperti dibawah ini
  • background —> /usr/share/backgrounds
  • Themes —> /usr/share/themes
  • Icon —> /usr/share/icons/LoginIcons/apps/64
2. langkah terakhir pasang themes tersebut dengan cara Running Application tekan Alt+F2 ketikan perintah
gksu -u gdm dbus-launch gnome-appearance-properties
masukkan password root
3. Jangan terkecoh dengan tampilan yang sama dengan opsi untuk  merubah themes dan background desktop, perubahan yang dilakukan pada  Appreance Prefences ini akan diterapkan pada GDM screen anda, bukan pada  desktop, sesuaikan Background, Control,Windows Border, Icon dengan yang sudah dilakukan pada langkah  empat jika sudah klik close, Untuk melihat perubahan lakukan Logout,  bukan switch user.

Tampilan bootscreen

Perubahan besar juga terjadi pada versi ubuntu 10.10 dimana sudah menggunakan Plymouth sebagai bootscreen bandingkan dengan jaunty yang masih menggunkan usplash dan karmic yang menggunakan perpaduan xsplash dan usplash. plymouth atau boot screen adalah tampilan grafis yang ditampilkan saat sistem operasi diload setelah grub. Disini saya akan memberikan cara bagaimana mengedit Plymouth yang sudah ada dan memasukkan ke sistem.
1. Install semua Plymouth theme yang tersedia di repository menggunakan synaptic, untuk memberikan pilihan yang banyak, tapi kalo anda berencana mengedit plymouth bawaan ubuntu saja opsi ini bisa anda lewati
  
pada terminal jalankan perintah
sudo update-alternatives –-config default.plymouth
Pada terminal dapat dipilih plymouth theme mana yang akan kita gunakan, di sini saya menggunakan sabily themes sebagai plymouth. Untuk melihat perubahan theme plymouth yang kita pilih masukkan angka yang menunjukkan themes yang ingin dipilih dan tekan enter kemudian jalankan perintah ini pada terminal
sudo update-initramfs -u
Tunggu hingga selesai kemudia restart sistem untuk melihat perubahan
2. Disini saya akan memodifikasi plymouth themes ubuntu yang sudah terinstall, secara teknis semua themes yang tadi kita install berada di folder /lib/plymouth/themes, untuk sabily plymouth themes sendiri berada di /lib/plymouth/themes/sabily, didalam folder tersebut terdapat beberapa file yang akan saya edit dan ada yang tetap saya biarkan seperti semual (tidak diedit)
/lib/plymouth/themes/sabily/bg_2560×1600.png → edit
/lib/plymouth/themes/sabily/password_field.png → biarkan
/lib/plymouth/themes/sabily/progress_dot_off.png → biarkan
/lib/plymouth/themes/sabily/progress_dot_on.png → biarkan
/lib/plymouth/themes/sabily/sabily.script → biarkan
/lib/plymouth/themes/sabily/sabily.plymouth → biarkan /lib/plymouth/themes/sabily/sabily-logo.png → edit
Pengeditan bisa menggunakan software editing seperti gimp atau  pengolah gambar lainnya bagi yang sudah mahir bisa mengedit file-file  lain yang dianggap perlu atau membuat plymouth screen sendiri
untuk ukuran file .png yang diedit harus mengikuti ukuran dari file yang ingin di edit lakukan backup untuk themes yang ingin diedit dengan mengcopykan nya ke tempat lain gunakan gksu nautilus untuk melakukan semua hal tersebut sama seperti cara sebelumnya. Setelah itu jalankan perintah dibawah ini
sudo update-initramfs -u
perintah di atas untuk mengupdate initrd baru dengan plymouth theme yang baru. jika perintah tersebut tidak dijalankan perubahan yang terjadi pada plymouth biasanya hanya pada themes sewaktu pc di shutdown/reboot tidak pada saat PC di boot.

Bootloader (ISO Linux)

Sebelumnya perlu diketahui perubahan ini dilakukan untuk bootloader pada LiveCD GNU/Linux, bukan untuk system yang terinstall keharddisk. Bootloader adalah tampilan yang akan menampilkan pilihan boot sekaligus meload system operasi dari disk. Untuk merubah tampilan dapat dilakukan dengan membuat sebuah gambar dengan format png 640×468 menggunakan GIMP atau software picture editing lainnya beri nama splash.png
Kemudian copykan ke folder /etc/remastersys/isolinux

Memberikan nama pada distribusi baru

Salah satu hal penting yang perlu kita lakukan adalah memberikan identitas baru pada distro kita salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengedit file yang mengatur hal tersebut ada tiga file yang dapat di edit tanpa khawatir akan membuat sistem error.
/etc/lsb-release
/etc/issuenet
/etc/issue
Edit isi file tersebut dan berikan nama sesuai dengan keinginan anda, misalnya saya disini memberi nama distribusi baru saya GNU/Linux (untuk file lsb_release)
DISTRIB_ID=GNU/Linux
DISTRIB_RELEASE=1.04
DISTRIB_DESCRIPTION=”GNU/Linux 1.04″
DISTRIB_CODENAME=kucing
untuk file issue dan issue.net saya mengganti Ubuntu 10.10 dengan GNU/Linux 1.04 Untuk melihat perubahan nama dari distribusi yang anda berikan update grub
sudo update-grub
lalu restart komputer anda, maka akan terlihat di list grub system operasi yang berubah menjadi
GNU/Linux, with Linux 2.6.32-22-generic
GNU/Linux, with Linux 2.6.32-22-generic (recovery mode)
Perubahan ini juga bisa dilihat di system monitor (task manager ubuntu) atau mengetikan perintah dibawah ini diterminal
lsb_release -a
Jika anda yang menggunakan Ubuntu Tweak maka computer details maka akan terlihat bahwa komputer anda menggunakan distribusi baru disini GNU/Linux
Ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam perubahan nama ini:
  • Untuk penggunaan Software-center akan mengalami error karena membaca bahwa sistem operasi bukan ubuntu
  • Pada penggunaan Burg gambar ubuntu pada list sistem operasi yang semula ubuntu maka akan berubaha menjadi tanda tanya hal ini dikarenakan burg membaca bahwa sistem operasi tidak di kenali dan merupakan Distribusi Linux baru, untuk hal ini bisa di siasati dengan mengedit file di /boot/burg/themes/icons yang memiliki nama grey, hover, large, small lalu menyiapkan 4 file yang akan dijadikan icon berupa file PNG dengan ukuran dan jumlah warna yang berbeda.

Persiapan akhir

Sebelum memulai proses remaster, pastikan untuk menghapus setiap file temporary yang tidak lagi diperlukan, untuk memperkecil ukuran image dan agar proses load image nantinya cepat. Cara yang penulis lakukan adalah menjalankan perintah di bawah ini :
# sudo apt-get clean
# sudo rm -rf /tmp/*

Menjalankan remastersys

Remastersys dapat dioperasikan dengan dua cara yaitu mode teks menggunakan perintah shell maupun modus grafis melalui menu administrasi.tah dibawah in Untuk merubah nama file iso yang akan kita buat menggunakan remastersys terlebih dahulu edit file konfigurasi remastersys dengan mengetikan perintah ini
sudo gedit /etc/remastersys.conf
Melalui file konfigurasi penulis dapat juga merubah nama file iso yang akan dibuat, folder kerja dan metode yang akan digunakan untuk boot, tetapi untuk mudahnya jalankan saja remastersys-gui disitu juga sudah disediakan opsi untuk mengedit hal-hal tersebut, Selanjutnya untuk menjalankan proses remaster penulis menggunakan perintah dibawah ini
sudo remastersys dist
atau jalankan melalui mode GUI nya
System>Administration>Remastersys Backup
pilih opsi Dist
Proses pembuatan image ini sendiri memakan waktu cukup lama, dan memakan ruang kosong yang besar. Image dari hasil proses ini secara default berada pada folder /home/remastersys, ukuran image yang dihasilkan bervariasi tergantung berapa banyak paket yang kita install ke system. Format dari image sendiri adalah ISO, yang dapat di burn menggunakan program seperti Nero Burning Room atau Brasero aplikasi burner bawaan Ubuntu yang mudah dalam pengoperasiannya Proses ini akan memakan ruang harddisk yang sangat besar hingga jika kita selesai dan memburning image ke disc dapat menghapus file image dan temporary yang dibuat dengan mengetikan perintah dibawah ini pada terminal
sudo remastersys clean
Jangan menjalankan perintah sebelum memindahkan image ISO hasil yang anda buat , karena perintah diatas akan menghapus semua hasil kerja anda dengan remastersys Ada baiknya sebelum memburning image ke cd atau dvd mencoba dulu di virtual machine bisa menggunaka VirtualBox,VMware atau KVM sesuai selera.

Referensi

Pranala Menarik

FORM ISIAN DATA MAHASISWA Untuk pendataan mahasiswa peserta mata kuliah "Program Komputer untuk Pengajaran Kimia Berbasis ICT", silahkan anda ikuti/klik link berikut:

FORM ISIAN DATA MAHASISWA

Terima kasih atas partisipasi anda! Semoga sukses selalu untuk anda!
KIMUX: Paket Aplikasi Kimia - Linux

Kimux 1.01 hydrogen adalah rilis perdana paket aplikasi kimia linux yang merupakan remastering distro Ubuntu 11.04. Kimux ini dibuat untuk membantu para pengguna pemula linux yang tidak ingin direpotkan dengan instalasi linux dan aplikasi kimia yang begitu banyak. Hanya dengan instalasi Kimux maka akan diperoleh paket linux beserta aplikasi kimia yang tinggal pakai. Pengembangan sekarang ini sudah sampai edisi Kimux 1.02 hydrogen yang merupakan perbaikan dan penambahan aplikasi dari edisi sebelumnya.
Jadwal Shalat
Data Masjid dan Penentuan Arah Kiblat